Jakarta, Para ahli sudah lama mengetahui bahwa orang
yang diabetes akan mudah depresi dan begitu juga sebaliknya. Hubungan
kedua kondisi tersebut awalnya diduga karena kebetulan saja atau karena
gaya hidup, namun belakangan studi menunjukkan kemungkinan pengaruh
genetik.
Ilmuwan dari King's College London melakukan studi skala besar dengan melihat data dari 160 ribu pasangan kembar dan menemukan bahwa gen setidaknya terlibat untuk 87 persen pria yang punya depresi dan diabetes. Sementara itu bagi wanita keterlibatan gen lebih lemah di angka 75 persen.
Baca juga: 1 dari 3 Pengidap Diabetes Depresi Menghadapi Penyakitnya
Lebih jauh peneliti juga menemukan responden yang dari awalnya sudah depresi akan lebih rentan untuk mengembangkan diabetes daripada sebaliknya. Tercatat mereka dengan depresi lebih berisiko 60 persen akan juga terkena diabetes, sementara itu mereka dengan diabetes hanya memiliki risiko 15 persen untuk juga kena depresi.
Pemimpin studi dr Carol Kan mengatakan penelitiannya ini memberikan penjelasan mengapa kadang depresi dan diabetes muncul bersamaan. Harapannya suatu saat nanti pengobatan untuk dua kondisi tersebut bisa lebih baik lagi.
"Pemahaman yang lebih baik terhadap mekanisnme dari dua gangguan ini dan mengapa mereka kadang muncul bersamaan dapat suatu saat membantu memberikan target biologis untuk intervensi terapeutik," kata dr Carol seperti dikutip dari Daily News, Sabtu (2/7/2016).
Studi dr Carol ini telah dipublikasi pada pertemuan rutin Royal College of Psychiatrists' International.
Ilmuwan dari King's College London melakukan studi skala besar dengan melihat data dari 160 ribu pasangan kembar dan menemukan bahwa gen setidaknya terlibat untuk 87 persen pria yang punya depresi dan diabetes. Sementara itu bagi wanita keterlibatan gen lebih lemah di angka 75 persen.
Baca juga: 1 dari 3 Pengidap Diabetes Depresi Menghadapi Penyakitnya
Lebih jauh peneliti juga menemukan responden yang dari awalnya sudah depresi akan lebih rentan untuk mengembangkan diabetes daripada sebaliknya. Tercatat mereka dengan depresi lebih berisiko 60 persen akan juga terkena diabetes, sementara itu mereka dengan diabetes hanya memiliki risiko 15 persen untuk juga kena depresi.
Pemimpin studi dr Carol Kan mengatakan penelitiannya ini memberikan penjelasan mengapa kadang depresi dan diabetes muncul bersamaan. Harapannya suatu saat nanti pengobatan untuk dua kondisi tersebut bisa lebih baik lagi.
"Pemahaman yang lebih baik terhadap mekanisnme dari dua gangguan ini dan mengapa mereka kadang muncul bersamaan dapat suatu saat membantu memberikan target biologis untuk intervensi terapeutik," kata dr Carol seperti dikutip dari Daily News, Sabtu (2/7/2016).
Studi dr Carol ini telah dipublikasi pada pertemuan rutin Royal College of Psychiatrists' International.

0 comments:
Post a Comment